CSS Position
Mengatur posisi elemen dengan CSS
Untuk menentukan letak elemen dengan CSS, salah satu cara yang dapat diterapkan adalah menggunakan properti posisi. Penerapan cara ini melalui 2 tahap berikut ini :
1. Menetapkan sifat elemen.
Properti position ini berfungsi untuk menentukan sifat elemen.
2. relative : Bersifat menyesuaikan.
3. fixed : Bersifat permanen ditempat yang ditentukan.
4. absolute : Bersifat mutlak meninggalkan tempat asalnya.
5. sticky : Bersifat menempel.
2. Mengatur posisi elemen.
Elemen yang sifatnya telah ditetapkan memerlukan properti letak untuk mengatur posisinya :
2. bottom : mengatur posisi elemen ke bawah.
3. left : mengatur posisi elemen ke kiri.
4. right : mengatur posisi elemen ke kanan.
Cara penggunaan properti position.
1. Position : static
CATATAN :Sehingga elemen yang diberikan properti static maka posisinya tidak akan berubah.
2. Position : relative
Pada properti position:relative posisi elemen akan tampak normal. Tapi akan berubah posisi setelah diberikan properti letak (top / bottom / left / right).
Keterangan :Nilai properti letak (pada contoh diatas adalah bottom) dapat berisi unit ukuran seperti px / em / % (persen) dst.
Dan dapat menggunakan nilai (-) negatif yang berarti berlawanan dengan arah properti letaknya seperti contoh dibawah ini.
Contoh dibawah ini adalah elemen yang sama dengan diatas, hanya mengubah nilai properti negatif menjadi positif. Sehingga letaknya akan berlawanan dengan arah properti letaknya.
CATATAN :Nilai negatif pada properti letak akan mengubah posisi elemen berlawanan dengan arah posisi letaknya :
nilai negatif pada properti letak (bottom) bawah maka elemen akan bergeser ke (top) atas
nilai negatif pada properti letak (left) kiri maka elemen akan bergeser ke (right) kanan
3. Position : fixed
PENTING :Perhatikan kedua contoh dibawah ini yang menjelaskan posisi elemen sebelum diberi properti dan setelah diberikan properti position: fixed;
Penjelasan contoh diatas :Kedua elemen static yang sebelumnya mengapit elemen fixed, seketika menempel satu sama lain setelah nilai properti fixed diterapkan. Inilah yang dimaksud elemen fixed meninggalkan tempat asalnya tanpa celah (*gap).
Setelah elemen posisi elemen ditentukan menjadi fixed, maka letak elemen tidak teratur namun tetap berada diarea viewport sehingga properti letak diperlukan untuk mengatur letak pasti dari elemen fixed tersebut seperti dibawah ini.
4. Position : absolute
Posisi absolute hampir mirip dengan posisi fixed, yaitu meninggalkan tempat asalnya tanpa gap (celah). Dan memerlukan properti letak untuk mengatur letak lokasi pastinya.
Tambahan :Elemen dengan sifat absolute membutuhkan elemen induk yang bersifat relative sebagai bingkai yang menahan lokasi elemen agar tidak meninggalkan posisi awalnya terlalu jauh.
Atau menggunakan 2 properti letak left dan right untuk membentangkan dimensinya.
5. Position : sticky
*gap juga merupakan sebuah properti CSS yang mengatur ukuran celah / ruang kosong disekitar elemen.
Komentar
Posting Komentar